Sabtu, 20 Oktober 2012

Script from PROJECT CAMELOT interview James

From the very beginning, the insight of the Sovereign Integral is a reflection of the era in which we live. As First Beings, the Sovereigns created a mind – a vessel in which separation could occur – and from that moment, individuality was born. Over billions upon billions of years, the Sovereigns of the Mind, created the universe as we know it. They created the dimensions of the higher mind, and this mind creation gradually manifested creations of a lower mind. It was within the vibratory field of the lower mind that the Sovereigns began to lose their memory of their existence as First Beings. They would look at the worlds of creation and wonder, “Who created this universe? Who was behind this magnificent and magical world?” And yet it never occurred to the Sovereigns that it was they who created the universe, and whose very reflection is Nature itself. And so the Sovereigns began to create a God – or the concept of a Supreme Being – as the one 
behind creation. God was the creator of all in Nature throughout the multiverse, and Sovereigns became diminished of power, and their sense of responsibility to Nature was also reduced. This concept of God, separate from us, was thus born. As Sovereigns divided into races of interdimensional beings, they developed a near-infinite diversity of creations, only the
tiniest fraction of which is known to humanity through symbols and fragments of stories, and most of these, if they are even remembered, are not believed anymore, as the rational mind has emptied these stories into the wastebasket of mythology. Then, Anu’s forefathers appeared, and with them, the creation of the human instrument began. Though it was crude, when compared to modern-day humans, the human instrument of this era was nonetheless brilliantly conceived. - (Project Camelot interview with James)





----------------------------------------------------------------------------------------------------


Pada permulaan zaman, the Sovereign Integral adalah refleksi dari pencerahan dimasa kini dimana kita hidup. Sebagai Makhluk Ciptaan Pertama, the Sovereign menciptakan pikiran - suatu wahana dimana keterpisahan dapat berlangsung - dan sejak saat itu, individuality pun lahir. Berjuta-juta tahun kemudian, the Sovereign of the Mind [Makhluk penguasa pikiran], menciptakan Alam Semesta seperti yang kita ketahui ini. Mereka menciptakan dimensi pikiran tingkat tinggi, dan pikiran tinggi ini secara gradual menciptakan lagi kreasi-kreasinya pada  pikiran tingkat rendah. Pada level getaran pikiran rendah inilah the Sovereign mulai kehilangan ingatannya sebagai  "Makhluk Pertama" [First Beings] yang diciptakan. Mereka melihat dunia dengan segala ciptaan ini dan heran, "Siapakah yang menciptakan alam semesta ini? Siapakah dibelakang ciptaan dunia yang indah dan ajaib ini ?"  Dan begitulah hal itu tak pernah dihubungkan dengan The Sovereign bahwa merekalah yang mencipta alam semesta ini, yang sebenarnya juga adalah refleksi dari Jati Dirinya mereka sendiri. Dan kemudian the sovereign mulai menciptakan Tuhan - atau suatu konsep dari sesuatu yang Maha - sebagai sesuatu yang berada dibalik penciptaan ini. Tuhan adalah pencipta segala sesuatu, alam semesta ini beserta segenap isinya. Maka kemudian the Sovereign pun mulai berkurang kekuasaannya/kekuatannya, dan begitu juga perasaan untuk bertanggung-jawab pada alam semesta ini pun mulai pudar. Maka konsep adanya Tuhan- pun kemudian telah memisahkan kita dari kesatuan kita dengan alam semesta. The Sovereign turun bergradasi [terbagi] dari beberapa ras dan makhluk-makhluk inter-dimensi dengan perkembangan jumlahnya yang hampir-hampir tak terbatas dalam kreasi dan keaneka-ragamannya. Hanya sedikit dari fraksi ini dapat diketahui oleh manusia lewat simbol-simbol dan hikayat-hikayat. Dan banyak dari hikayat-hikayat ini pun sudah tak dipercaya lagi, dimana pikiran-pikiran rasional kemanusiaan telah memasukkannya dalam kategory mithology. Kemudian Suhu/kakek-moyang Anu  muncul dan dengan mereka ciptaan human instrument-pun dimulai, walau kelihatannya Dia kasar/bengis tak dapat dipungkiri ciptaan manusia adalah suatu rencana/pemikiran yang briliant. [Interview dengan James oleh Project Camelot]

Kamis, 11 Oktober 2012

Posting [3]

Ketika pikiran mengidentifikasikan dirinya dengan
sesuatu yang diciptakan/didapatkan [bentuk,nama, rupa, pangkat/jabatan, profesi, posisi dst] jadilah ia ego-personal]. Ketika pikiran-perasaan [mind] mengidentifikasikan dirinya dengan "Sesuatu yang bukan diciptakan" jadilah ia "AKU Tuhan".

5-10-2012

-------------------------------------

Semar SemarQuantum
Syaitan [sat an] /Iblis [dia yang terusir/terpisah] adalah sesuatu yang membuat anda terpisah dari [rasa] kesatuan dengan segala sesuatu yang ada [=Tuhan/Allah/Oness/tawhid]. Muncul dalam diri manusia dengan sifat-sifat/pikiran/rasa yang memisah al: kemarahan, kebencian, kesombongan/tinggi-hati, iri/dengki, dendam. Unsur dasarnya adalah api yang dalam diri manusia muncul dalam sifat yang 'tak mau kalah" dan selalu merasa paling tinggi.
Sat an dan atau Iblis dimata saya bukanlah sesuatu yang harus dibenci/dikutuk. Pada satu sisi mereka 'membantu' manusia untuk merasakan perihnya rasa keterpisahan itu dan dengan demikian membangkitkan rasa 'kerinduan' untuk pulang kembali dari mana kita berasal (Oneness).
Secara paradoks Iblis menjadikan/mengorbankan dirinya sebagai contoh "apa sebenarnya tawhid itu.....


6-10-2012

Posting [2]

AKU Tuhan" [baca : Kesadaram hidup/kasih terhadap semua dalam semua] mencipta manusia untuk memakainya sebagai alat-Nya/partner-Nya/Co-creatorNya. Human instrument belajar bagaimana menyelaraskan getaran tubuh biologis-pikir-rasanya agar compatible dengan "AKU Tuhannya, demikian maka "AKU Tuhannya berintegrasi dengan aku-ego personalnya. Sehingga hanya ada Satu AKU yang Hidup dalam tubuhnya.

9-10-2012

Posting-posting di Face Book [1]

Pilihan sadar untuk 'bersatu/berintegrasi dengan Tuhan" [baca: Kesadaran Hidup/Kasih terhadap semua dalam semua/Oneness] memang harus di-nyata-kan/dipilih/diafirmasikan/dikonfirmasikan. Ini afirmasi yang saya ucapkan :
"O Kesadaran Hidup yang ada dalam semua Kasih kepada semua. Biarlah aku bersatu dengan Engkau, dari itu aku tahu bahwa aku Satu dengan semua yang ada. Terjadilah apa yang harus terjadi sesuai dengan rencana, kehendak dan ilmu-Mu, bukan karena nafsu keinginan ego-personalku..."

-------------------------------------------------------------
Bukankah keinginanku juga bagian dari keinginan alam semesta? Karena kita semua satu oneness ?

--------------------------------------------

Benar dalam konteks inter-multi dimensi bahwa segala sesuatu berhubungan, namun pada konteks ego-personality ada ilusi [ilusi bagi yang tidak/belum paham/sadar] keterpisahan dengan yang Satu dalam Semua - Semua dalam yang Satu [Oneness/Tuhan], dani bagi yang menyadarini adanya keterpisahan itu muncul/tumbuh semacam rasa rindu unuk kembali kepada Oneness tadi, ilusi dilihat sebagai ilusi, dan dia belajarl bagaimana caranya bebas dari ilusi tsb, dan ini adalaah proses menjadi "Satu Aku, dimana" pemisahan antara keinginan-ku dengan kehendak [Tuhan]-KU jadi lenyap" Sebagai catatan untuk dimaklumi bersama "bahwa pikiran adalah "alat yang diciptakaan "Tuhan" untuk-Nya bisa beroperasi di realitas 3 D", karena itu dengan menggunakan pikiran kita, kita tak kan pernah sampai pada penyatuan itu. "To meet everything and everyone through stillness intead of mental noise, is the greates gift you can offer the Universe "~Eckhart Tolle. Demikian sepanjang yang saya ketahui.....

11-10-2012